UNTUNGNYA, BERNADYA MENULIS LAGU

Untungnya, hidup terus berjalan

Untungnya, ku tak pilih menyerah

Untungnya ku bisa rasa, hal hal baik yang datangnya belakangan.

Hampir setiap hari lirik itu terus aku dengar. Entah dari ponsel sendiri atau dari orang lain. Menandakan bahwa lagu ini sedang benar benar tenar dan bisa masuk di telinga semua kalangan. Bukan hanya anak muda, lagu ini bahkan bisa relate dengan bapak bapak umur 40 an.

Apa yang di ciptakan bernadya kali ini benar benar menyengat. Tentu dalam arti yang lebih halus. Lagu yang ini, di antara lagu yang lain, menurutku mempunyai arti paling dalam. Lirik yang di tulis seolah menggambarkan realitas manusia. 

Untungnya~~~

Iya untungnya. Sebagai manusia yang tak punya kuasa apapun, Kita hanya mampu mengatakan untungnya. Keberuntungan hadir memang sebagai penanda bahwa manusia tak bisa melakukan apapun selain berpasrah. Lirik tersebut di gunakan berkali kali oleh bernadya agar kita menyadari bahwa kita makhluk yang hanya menunggu keberuntungan datang.

Hidup terus berjalan~~

Sesakit apapun diri. Sehancur apapun kehidupan. Seremuk apapun hari yang di jalani. Hidup akan terus berjalan. Tak berhenti. Kita bukan siapa siapa. Kita bukan orang yang spesial. Kita hanya satu dari milyaran manusia yang hidup di bumi. Jika kita sedang hancur, takkan ada yang peduli. Bumi akan tetap berputar pada porosnya. Hari akan berlalu seperti sebelumnya. Lagi lagi, Bernadya, menggunakan lirik sederhana ini di titik paling tepat.

Untungnya, ku tak pilih menyerah~~~

Menyerah adalah cara paling mudah Tapi tidak bagi bernadya. Ia mengajak kita untuk mencoba menahan rasa sakit dan melanjutkan hidup. Tak ada yang menjamin semua akan baik baik saja di depan, tapi setidaknya kita punya peluang, kita punya kesempatan untuk mencapai kebahagiaan. Asal apa? Asal tidak menyerah.

Untungnya ku bisa rasa, hal hal baik yang datangnya belakangan~~~

Aku sangat menyukai lirik yang ini. Terasa memberikan pengharapan bahwa hal hal baik akan timbul jika kita tidak menyerah. Hal hal baik tidak selalu ada di depan. Ia justru datang belakangan. Hadir sebagai hadiah untuk orang orang yang tak mau menyerah. Yang Terus bertahan meski sekujur tubuh terasa sakit. 

Untungya, bernadya menulis lagu ini. Lagu yang sederhana, apalagi hanya memakai 4 chord saja dengan strumming yang paling basic. Tapi, lagu sederhana ini mampu menerjemahkan kegelisahan manusia dengan baik. Juga memberikan pendengarnya secercah harapan, bahwa di tengah hidup yang retak, kita selalu punya harapan untuk terus melanjutkan hidup.

Ahh, lagu ini benar benar cantik sejalan dengan penciptanya.

Komentar