Aku tahu bahwa hidup membawa kamu pada keadaan-keadaan pahit yang tak sedikit pun kamu inginkan. Depresi, ekonomi yang mencekik, masalah keluarga, patah hati, dan kehilangan. Segala hal pahit itu membuat kamu tak bisa lagi mengecap bagaimana rasanya manis. Lidahmu kelu, dan bahagia hanya sebuah impian samar yang terasa sangat jauh. Setiap hari mental dan fisikmu menerima guncangan hebat. Tapi keadaan memaksa untuk bertahan. Dan kamu tak punya pilihan selain itu.
Di beberapa malam, kamu akan menangis getir. Merasakan dan bertanya, bagaimana hidup bisa sekeras ini? Kamu tahu semua orang punya masalah mereka sendiri, tapi kenapa masalahmu terasa begitu berat? Kamu mulai membenci hari-hari yang akan datang, sebab esok hanya akan menghadirkan kegetiran yang lain dan kamu takkan pernah siap untuk menjalaninya. Kamu akan menangis berkali-kali, sampai badanmu terguncang, bergetar, dan tenagamu hilang. Tidak apa-apa. Menangis itu melonggarkan dada.
Namun, menyadari bahwa hari ini kamu masih bisa bernapas dan melihat senyum orang tua, bahkan senyum orang yang kamu sayangi, kamu sedikit merasa tenang dan bersyukur. Setidaknya ada hal-hal baik yang membuat hidup lebih punya makna. Harusnya hidup tak seburuk ini, pikirmu. Masih ada sesuatu yang berharga untuk jadi alasan kenapa kamu harus melewati masa-masa pahit ini.
Sudah semestinya kamu tetap melaju meski kehidupan mendorongmu untuk mundur dan menyerah. Kamu tak perlu siapa pun untuk melewati fase ini, kamu hanya perlu diri sendiri. Diri sendiri yang punya keyakinan paling kuat. Diri sendiri yang telah melewati banyak badai kelam. Kamu hanya perlu itu. Masa-masa ini harus kamu lewati pelan-pelan. Tak ada yang menjamin akan mudah, tapi semua pasti terlewati dan akan digantikan dengan kebahagiaan yang besar.
Komentar
Posting Komentar