Dalam pagi dan cerah mentari Serta embun yang menolak jatuh dari dedaunan itu, aku menginginkan napas yang lebih panjang. Doa yang lebih kuat. Kasih yang lebih lembut, Untuk terus bisa membelai jemarimu lebih lama.
Merasakan bagaimana senyummu merampok seluruh isi kepalaku dan menumbuhkan semacam perasaan hangat yang bahkan kalimat kalimat itu tak mampu menerjemahkannya.
Menikmati dawai suaramu yang memikat seluruh pasang telinga. Tenggelam dalam alunannya dan hidup disana untuk suatu masa yang panjang.
Dan aku percaya, cinta hidup oleh dua detak yang saling berdentum. Degub yang saling berirama. Tatap yang saling memeluk.
Lihatlah, aku menantikan seluruh hal indah itu bersamamu.
Komentar
Posting Komentar